Analogi SepakBola dan Kopma Unhas

Memulai awal tulisan ini, marilah kita sama-sama setuju bahwa sepakbola adalah olahraga paling universal dan mampu diterima semua kalangan. Pasti kalian akan setuju bukan? . sepakbola itu sendiri konon katanya sudah ada pada zaman batu, bayangkan batu jenis apa yang dipake bermain bola pada zaman batu. Baiklah… kembali kepembahasan apa sih hubungannya sepakbola dan organisasi usaha dan kader kayak koperasi mahasiswa unhas ini. Sejujurnya ini hasil pengamatan , observasi, penghayatan, pencocologian dengan kebiasaan sy pribadi entah itu boleh disebut kebiasaan buruk atau bahkan kebiasaan yg positif . apa itu? Bermain game bola.

Jadi kita masuk pada poin pembahasan langsung. Bayangkanlah kopma ini adalah klub sepakbola terbesar didunia… bukan , bukan.. terlalu naif . klub sepakbola yang punya supporter paling fanatik dan cinta pada klub mereka. Pastinya hal itu bukan ekpektasi yang berlebihan, contoh bagi mereka para liverpudlian dengan semangat dan tagline andalan mereka ‘you’ll never walk alone’. Tidak sedikit para supporter klub sepak bola tersebut yang akan mencaci, menghina, menyudutkan, mengapresiasi, memberi pujian bahkan cinta buta terhadap apapun hasil dan kinerja klub mereka.

Supporter bola dengan semangat tinggi inilah yang sy tarik menjadi analogi untuk para anggota koperasi mahasiswa unhas. Tanpa semangat anggota yang fanatik, berapi-api, bahkan jika ditelusuri lebih jauh mereka rela merogoh kocek demi membeli apapun atribut klub mereka yang sedang dijual baik resmi maupun dipasaran. Anggota yang kuat , solid, senantiasa mendukung klub mereka akan menjadi ruh bagi klub mereka itu sendiri. Jika anggota sudah lari, tidak menitipkan hati lagi, maka yakinlah dan percaya klub mereka sulit memperoleh prestasi gemilang. Karena roh kehidupan klub sangat bergantung dr apresiasi dan pengawasan supporter , anggota kalo dalam istilah kopma.

Marilah kita melihat, mengamati, memilih siapa yang akan menjadi pemain utama dan cadangan , siapa yang akan menjadi playmaker , stiker, bek, dan yang pasti keeper. Untuk lebih mudahnya, saya menuliskannya dengan analogi. Bagi saya pengurus kopma unhas adalah ujung tombak dari ritme permainan tim untuk mencapai goal, maka sy menyematkan posisi stiker kepada pengurus. Tanpa ada penyelesaian yg baik dari pengurus, apalah daya backup permainan yang dimainkan oleh playmaker, pertahanan oleh bek, dan sebagainya. Stiker ini harus lah jeli , cekatan, lincah, kalo bisa melewati beberapa pemain baca: rintangan dengan gaya yang indah. Dan tentunya menciptakan gol baik dengan serangan yang dahsyat atau sedikit sentilan. Stiker yang hanya ingin menang sendiri dan mengutamakan permainan individu sejatinya adalah invidu yang lemah sebab dia lupa permainan ini adalah permainan tim.

Unsur lain yang tidak kalah penting, itu adalah saya sendiri pengawas. Sy mengumpamakan jabatan ini sbg playmaker dalam sebuah tim. Seorang playmaker harus mampu memainkan tempo permainan, membuat tim melebarkan sayap atau mengatur rapat barisan disaat yang diperlukan. Pengawas juga boleh disebut dan berperan sebagai wasit dalam setiap permainan, dikatakan demikian oleh saya, alasannya pengawas ini bertugas memang meniup sumpritan ketika seorang pemain keluar dari aturan permainan. Begitulah sederhahanya.

Menurutku semua hal yang terdapat pada sepakbola sangatlah menarik dan sebenarnya jika kita peka, sepakbola bahkan bisa menjadi bahasa persatuan , cobalah memanggil setiap pihak berseteru untuk mengadu kekuatan di rumput hijau, tensi perseteruan saya jamin pasti akan menurun derasti. Karena sepakbola itu universal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

One thought on “Analogi SepakBola dan Kopma Unhas

  • Menurut Saya, Kopma dan sepakbola memiliki filosofi yang sama. Jika halnya sepakbola harus mementingkan kerjasama dalam tim untuk mengendalikan permainan dan menciptakan gol sama juga dengan kopma, jika pengurus, pengawas, dan anggota saling berkerja sama dan saling berkoordinasi, pasti tujuan yang ingin dicapai kopma akan tercapai.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *