Koperasi Amerika dan Trump Effect

Berbicara tentang sistem ekonomi koperasi di negeri Paman Sam Amerika Serikat, maka pemikiran kita akan langsung mengarah kepada sistem ekonomi kapitalis yang dianut oleh Amerika Serikat. Namun uniknya negeri ini ternyata adalah rumah bagi koperasi-koperasi terbesar dan tersukses di dunia. Uniknya, kebanyakan dari Koperasi-koperasi terbesar itu bergerak di sektor pertanian dan peternakan. Bandingkan dengan negeri kita yang masih ‘berbau’ agraris namun mencoba meloncat ke jajaran industrialis.

Produktivitas ekonomi per kapita para petani dan buruh tani ‘KUD’ di Amerika yang mampu meraih kesuksesan yang begitu fenomenal dibanding KUD kita. Koperasi di Amerika diarahkan oleh Departemen Pertanian (USDA) di bawah biro pembangunan pedesaan. Tak heran Koperasi-koperasi terbesar di negeri itu mencakup koperasi peternak sapi (US Premium Beef), kredit pertanian, hingga petani jeruk sunkist (Sunkist Growers Coop) yang produknya bisa ikut kita nikmati di Indonesia. Selain koperasi pedesaan, ada pula Ace Hardware yang kondang di penjuru planet ini sebagai penguasa alat-alat pertukangan yang juga sebuah koperasi. Sistem koperasi di Amerika juga diatur dalam sebuah undang-undang yang mana tingkatan sama dengan perseroan terbatas, consolidation dan korporat. Maklumlah, mereka adalah negara dengan sistem kapitalis.

Pendapatan dari hanya sepuluh koperasi terbesar di sana saja setara dengan Pendapatan Domestik Bruto Indonesia. Betapa besar perannya dalam perekonomian Amerika. Tak terbatas dalam hal omzet saja, koperasi-koperasi di Amerika juga turut mencetak prestasi di banyak bidang lain. Biro konsultan manajemen kenamaan, Booz Allen Hamilton, memuji koperasi sebagai satu-satunya sistem yang mampu mencapai dua tujuan yang biasanya tidak mungkin dicapai bersamaan, yaitu pertumbuhan ekonomi dan kohesi sosial.

Lalu apa hubungannya dengan terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat ke-45? Tentu saja akan banyak dampak yang dihasilkan. Donald Trump semasa kampanyen-nya sangat menekankan untuk memngembalikan kedigdayaan ekonomi Amerika sesuai dengan tagline yang diusungnya “Make America Great Again“. Kebijakan strategis pun telah disusun untuk mencapai tujuan itu. Salah satu kebijakan yang diusung oleh Trump adalah memangkas pajak korporasi dari 35% ke angka 15%. Tentunya ini akan disambut positif oleh Koperasi di negara ini karena dana pajak yang akan mereka bayarkan menurun. Begitu pula dengan pajak individu yang akan diturunkan dari angka 39, 6% ke angka 33%. Di Amerika sebelum-sebelumnya dapat dilihat bahwa

Dalam jangka pendek, memotong pajak penghasilan  akan menghemat belanja uang lebih banyak bagi semua korporasi di Amerika, di mana hal ini bisa menghasilkan dorongan ekonomi lebih besar. Saat ini, korporasi berpenghasilan rendah termasuk koperasi di desa-desa cenderung menghabiskan pemotongan pajak daripada mereka yang berpenghasilan lebih besar. Kemudahan-kemudahan yang didapat seterusnya akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dalam koperasi itu sendiri dan akan semakin menyuburkan individu-individu dalam koperasi tersebut.

Jika ingin ditilik lebih dalam lagi, mayoritas koperasi di Amerika adalah koperasi yang berbasis agraris. Namun menurut hasil penelitian dan statistik menyatakan koperasi di Amerika mayoritas anggotanya adalah imigran-imigran dari selatan. Kebijakan radikal Donald Trump yang cukup menggemparkan ialah akan mengusir imigran yang masuk dari luar negeri. Kebijakan ini akan jadi bumerang dan bencana untuk koperasi dan untuk pengembangan koperasi itu sendiri. Jika pada nantinya semua imigran penghidup koperasi itu pergi, maka bisa dipastikan perekonomian koperasi agrikultural akan meredup. Matinya koperasi-koperasi imigran tersebut juga akan berefek kepada ekonomi pertanian secara umum.

Poin yang bisa ditangkap  dari terpilihnya Donald Trump ialah secara umum akan sangat menguntungkan dan akan memacu pergerakan ekonomi mikro seperti Koperasi dengan pajak yang terus dikecilkan. Namun, di satu sisi kebijakan rasial Trump malah merontokkan individu-individu penggerak ekonomi mikro tersebut yang di dominasi oleh imigran. Namun marilah kita bersikap objektif dan mengapresiasi kenyataan bahwa ditengah geliat ekonomi kapitalis yang menjadi penopang ekonomi Amerika ternyata sumbangsih koperasi di Amerika terhadap pertumbuhan ekonomi nasional patut diperhitungkan.

Oleh: Iskandar Zulkarnaen
Kabid Pemasaran Kopma Unhas TB. 2016
email: iskandarrzull@gmail.com

One thought on “Koperasi Amerika dan Trump Effect

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *